Rabu, 22 Juni 2011
Pencil & Eraser
This is a story between pencil and eraser. This story tell us about
"Their loving and care to their children like the sun shining on the earth..."
Hope this story remind us that we always be kind to them, everytime and everywhere...
Check it out....
Pencil: I'm sorry . . . I made a mistake again . . .
Eraser: Never mind, my dear . . . you didn't do anything so wrong that
it can not be corrected . . .
Pencil:I'm sorry . . . because you get hurt because of me. Whenever I
made a mistake, you're always there to erase it. In making my mistakes
vanish, you lose a part of yourself. You get smaller and smaller each
time.
Eraser:That's true. But I don't really mind. You see, I was made to do
this. I was made to help you whenever you do something wrong. I want
you to be correct . . . always.
Pencil:I am happy that you are always there to correct me. I do not
know how I will do without you . . .
Eraser:I know one day I'll be gone. But you'll replace me with a new
one or an alternative. I love to be with you and I'm actually happy
doing my job. So please, stop worrying. I hate seeing you sad. I wish,
eventually you will learn to do your job without the need for me.
I found this conversation between the Pencil and the Eraser very
inspiring. Parents are like the Eraser whereas their children are the
Pencil. They're always there for their children, cleaning up their
mistakes and encouraging them to correct themselves. Sometimes along
the way . . . they get hurt, become reduced, older, brittle and in the
end, pass on. The Parents are aware that the children will eventually
find someone new (spouse), yet they are always happy doing their bit
for their children. They hate to see their precious ones worrying or
sad; rather they wish their children do a good job and make a lasting
mark in this world.
This is for all those loving parents out there . . . and to their
lovely children who are striving hard (as never before) to make their
mark in this world.
"We never know the love of our parents for us till we have become parents."
Read more!
Selasa, 21 Juni 2011
9 tips menghindari kanker

oleh : DR. tjatur Prijambodo
selain makanan buah dan sayur lebih banyak dari biasanya, beberapa hal yang bisa kita jalankan agar terhindar dari bahaya kanker, yaitu:
Buah dan sayur tidak hanya baik untuk sumber nutrisi dan vitamin saja
Namun, kandungan uniknya bisa membantu tubuh membentuk imun mencegah sel kanker berkembang, karotenoid atau pigmen yang biasa ditemukan pada syuran dan buah berwarna hijau. Sedangkan betakaroten yang ditemukan pada sayuran dan buah berwarna hijau. Sedangkan betakaroten yang ditemukan pada sayuran berwarna hijau tua dan jingga membantu mencegah kanker paru-paru, kanker ginjal. Kanker mulut, kanker kerongkongan, kanker pangkal tenggorok dan kanker payudara. Sedangkan Vitamin C sebagai antioksida yang baik untuk kanker perut.
Makan makan berserat
Fiber atau serat pada makanan dapat membantu mencegah kanker payudara. Ternyata kandungan serta dapat mengikat hormon estrogen dan membantu mengeluarkan dari dalam tubuh sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar estrogen yang bersiko kanker payudara. Serta dapat ditemui dibanyak sayur dan buah serta polong dan kacang. Lentil juga makanan pokok seperti beras dan gandum yang dproses minimal (whole grain).
Kurangi makanan berlemak
Tradisi makanan Indonesia kebanyakan mengandung lemak atau santan. Padahal, Institut Kanker Nasional USA menyarankan pembatasan konsumsi lemak. Sebaiknya mengonsumsi 10-15 % saja.
Jangan minum alkohol dan merokok
Gemar minum minuman beralkohol dapat meningkatkan resiko kanker payudara, kanker mulut, kanker faring (phrynx, saluran antara rongga hidung, mulut dan tenggorokan), dan kanker tenggorokan. Dan rokok bisa meningkatkan resiko kanker paru-paru, mulut dan lainnya. Kurangi dari sekarang sebelum terlambat.
Hindari makan bersuhu tinggi
ternyata sering menkonsumsi makanan yang diolah bersudhu tinggi dan lama, dapat memunculkan zat bersifat karsinogenik atau resiko kanker. Biasanya ditemukan pada makanan kaleng, daging asap, daging bakar, atau lainnya. Untuk lebih aman masak makan dengan cara dikukus atau direbus.
Kurangi cemilan
Kalau anda pecandu cemilan lebih baik anda berhati-hati. Kue, permen tatau dessert penggoda yang biasa anda makan terbuat dari lemak tak jenuh. Belum lagi, keripik kentang atau chips ternyata diteliti dapat merangsang terbentuknya senyawa pemicu kanker bernama akrilamida. Senyawa pada makan ringan tersebut lebih banyk ditemukan dibanding makanan gorengan lain seperti daging, ikan dan roti goreng.
Pemanis buatan
Jangan mudah terjebak dengan rayuan iklan mengenai no sugar adding. Belum tentu pemanis yang digunakan adalah pemanis yang digunakan adalah pemanis alami yang baik untuk tubuh. Apalagi, biasanya beberapa produk tertentu menggunakan pemanis biang yang sangat jahat untuk tubuh. Bila anda rutin mengonsumsinya, anda kemungkinan besar terserang resiko kanker.
Jaga kebersihan
Cermati hidup sehat
Walau anda membatasi makanan untuk mencegah kanker tapi pola hidup anda belum sehat, sama saja bohong. Kegiatan fisik seperti olahraga rutin disertai kesehatan mental dan rohani merupakan gabungan baik untuk anda mencegah penyakit ini bila anda sibuk, anda bisa mencuri olahraga kecil seperti naik tangga bukan lift, atau jalan kaki dibanding naik mobil ke gedung sebelah.
Setelah tahu semua tentang kanker, ada baiknya mulai sekarang kita terapkan pola hidup sehat. Sehat memang bukan segalanya, tetapi tanpa kesehatan. Semua tidak ada artinya.
*bonus
Read more!Minggu, 22 Mei 2011
The Duck and The Devil
There was a little boy visiting his grandparents on their farm. He was given a slingshot to play with, out in the woods He Practiced in the woods, but he could never hit the target.
Getting A little discouraged, he headed back for dinner. As he was Walking back he saw Grandma's pet duck Just out of impulse, he let the slingshot fly, hit the duck Square in the head, and killed it.
He was shocked and grieved. In a panic, he hid the dead duck in the wood pile, only to see His sister watching! Sally had seen it all, but she said nothing
After lunch the next day Grandma said, "Sally, let's wash the Dishes." But Sally said, "Grandma, Johnny told me he wanted to help in the kitchen." Then she whispered to him, "Remember the duck?" So Johnny did the dishes
Later that day, Grandpa asked if the children wanted to go Fishing and Grandma said, "I'm sorry but I need Sally to help make Supper." Sally just smiled and said," Well that's all right because Johnny told Me he wanted to help." She whispered again, "Remember the duck?" So Sally Went fishing and Johnny stayed to help
After several days of Johnny doing both his chores and Sally's, He finally couldn't stand it any longer. He came to Grandma and confessed that he had killed the duck
Grandma knelt down, gave him a hug, and said, "Sweetheart, I know. You see, I was standing at the window and I saw the whole thing, but because I love you, I forgave you. I was just wondering how long You would let Sally make a slave of you."
Thought for the day and every day thereafter? Whatever is in your past, whatever you have done...
And the devil Keeps throwing it up in your face (lying, cheating, debt, fear, bad Habits hatred, anger, bitterness, etc.) ....whatever it is....You need to know that God was standing at the window and He saw the whole thing..... He has seen your whole life.
He wants you to know that He loves you and that you are forgiven. He's just wondering how long you will let the devil make a slave Of you The great thing about
God is that when you ask for forgiveness, He Not only forgives you, but He forgets .
It is by God's grace and Mercy that we are saved. Read more!
Jumat, 22 April 2011
Keterarahan yang Menuntun
Sering kali kita terlambat menemukan pesan-pesan ilahiyah dari segala bentuk permasalahan hidup yang menimpa diri kita. Padahal, bisa jadi AlloH hendak menunjukkan dan mengarahkan kita pada sebuah jalan yang mungkin terbaik bagi kita. Tentunya baik di sini menurut kehendak AlloH. Di sinilah justru dibutuhkan kepekaan dari perasaan keterarahan yang nantinya mampu membimbing kita dalam cara berpikir yang positif dan mampu menempa mental (jiwa) kita.
Pemaknaan kita akan hikmah dan pembelajaran yang muncul dibalik peristiwa dan kondisi yang kita alami, itulah yang merekonstruksi pemahaman yang jernih dan utuh sehingga dengan izin AlloH akan menghadirkan perasaan keterarahan dalam hidup kita. Tentu tidak semua orang bisa menangkap hikmah tersebut. Semuanya kembali ke individu kita sejauh mana kedekatan kita kepada Robb (Pemilik) semesta alam ini dan seberapa kuat ikhtiar/usaha kita untuk mendapatkan hikmah tersebut.
“(Allah) menganugerahkan Al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak. dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. (QS. Al-Baqoroh: 269)
Sebelum mendapatkan perasaan keterarahan dalam kehidupan kita, perlu ada pemahaman yang jelas dahulu mengenai konsep diri yang kita miliki. Anis Matta, dalam sebuah inti gagasannya pernah mendefinisikan arti dari konsep diri yang cukup menarik untuk kita pahami dan renungkan. Konsep diri menurut beliau adalah suatu kesadaran pribadi yang utuh, kuat, jelas, dan mendalam tentang visi dan misi hidup; pilihan jalan hidup beserta prinsip dan nilai yang membentuknya; peta potensi; kapasitas dan kompetensi diri; peran yang menjadi wilayah aktualisasi dan kontribusi; serta rencana amal dan karrya unggulan. Konsep diri inilah yang akan menciptakan perasaan terarah dalam struktur kesadaran pribadi kita.
Dengan begitu, setelah konsep diri yang utuh kita bangun dalam kepribadian kita maka selanjutnya adalah bagaimana menghadirkan perasaan keterarahan dalam setiap amalan dan tindakan kita. Ada ilmu yang menjadi pijakannya, ada ibadah yang menjadi sandaran dalam menghadirkan perasaan keterarahan. Dan tak kalah penting adalah kebersamaan dengan AlloH (ma’iyatulloH) perlu kita asah dalam jiwa kita sehingga kita senantiasa tampak tenang, siap sedia, siaga, dan optimis dalam mengambil setiap keputusan hidup.
Dalam mempertimbangkan sesuatu sebelum menjadi sebuah tindakan atau keputusan, perlu ada perenungan yang mendalam dan tenang tentang segala konsekuensi dari keputusan yang akan kita ambil. Perenungan yang mendalam tersebut tidak hanya berlandaskan atas rasio logika pikiran semata tapi juga perlu menghadirkan mata hati agar kita dapat melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda. Dengan kemilau cahaya mata hati pula kita dapat menentukan apakah keputusan yang akan diambil pantas dan layak untuk perjuangkan dengan segala resikonya. Mata hati pula yang akan menimbang baik dan buruknya keputusan tersebut. Tapi tetap harus dijaga, jangan sampai hawa nafsu justru mendominasi hati kita dalam memutuskan sesuatu karena bisa jadi ketika hati kita keruh justru bukan cahaya Alloh yang hadir menerangi hati kita melainkan bisikan syaithon dan hawa nafsu.
Walhasil, siapapun yang merindukan hatinya bercahaya karena senantiasa dicahayai oleh nuur dari sisi Allah, hendaknya ia berjuang sekuat-kuatnya untuk mengubah diri, mengubah sikap hidup, menjadi orang yang tidak cinta dunia, sehingga jadilah ia ahli zuhud. "Adakalanya nuur Illahi itu turun kepadamu," tulis Syaikh Ibnu Atho’illah dalam kitabnya, Al Hikam, "tetapi ternyata hatimu penuh dengan keduniaan, sehingga kembalilah nuur itu ke tempatnya semula. Oleh sebab itu, kosongkanlah hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Allah akan memenuhinya dengan ma’rifat dan rahasia-rahasia."
SubhanalloH, sungguh akan merasakan hakikat kelezatan hidup di dunia ini, yang sangat luar biasa, siapapun yang hatinya telah dipenuhi dengan cahaya dari sisi Allah Azza wa Jalla.
"Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing (seorang hamba) kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki ..." (QS. An Nuur [24] : 35).
Perasaan keterarahan ini juga perlu diimbangi dengan kekuatan tekad (‘azam) dalam menjalankan segala petunjuk dan arahan yang kita yakini kebermanfa’atannya. Tanpa tekad yang kuat, maka perasaan keterarahan hanya menjadi sebuah ilusi yang melintasi pikiran tanpa ada realisasi di lapangan. Hanya sebatas pengetahuan yang bersemayam di balik tempurung kepala kita tanpa ter-ejawantahkan dan teraktualisasikan dalam amalan nyata kita. Padahal, pesan tersirat dari perasaan keterarahan yang kita miliki adalah untuk menyelaraskan dan menyesuaikan dengan apa yang menjadi kehendak atau irodah-Nya. Kemampuan dan keunikan kita sebagai individu berakal (baca: manusia) perlu untuk diarahkan untuk dioptimalkan dalam amalan kebajikan yang luas kebermanfaatan dan penerimaannya oleh masyarakat/umat. Tatkala perasaan keterarahan dan kekuatan tekad sudah terakumulasi menjadi satu maka ia mampu meledakkan potensi yang luar bisa dalam setiap pribadi-pribadi kita.
Bahkan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah pernah mengatakan: "Wahai pemilik 'azam (tekad) yang banci (baca: lemah), ketahuilah, yang paling kecil dalam catur adalah pion, namun, saat ia bangkit, ia pun akan menjadi ster" (Al Fawaid, hal: 69 – 70). Seperti permainan catur, maka seorang pion bisa diproyeksikan untuk menjadi ster (menteri) ketika para prajurit banyak yang sudah gugur dan memang dibutuhkan. Akan tetapi, itu semua tentu selaras dengan perencanaan dari orang yang memainkan bidak catur tersebut. Menjadi ster mungkin bukanlah sebagai tujuan utama, ia hanya sebagai wasilah dalam mempercepat kemenangan yang hendak diraih. Dan untuk itu diperlukan arahan dan strategi yang mumpuni agar kita mampu menjalankan apa yang menjadi mimpi besar kita bersama.
Untuk mejadi bahan renungan dan pemahaman kita bersama mengenai konsep diri manusia muslim, perlu kita telaah tulisan Anis Matta dalam buku Delapan Mata Air Kecemerlangan. Menurut beliau, Konsep Diri Manusia Muslim adalah kesadaran yang mempertemukan antara kehendak-kehendak AlloH dengan kehendak-kehendaknya sebagai manusia; antara model manusia muslim yang ideal dan universal dengan kapasitas dirinya yang nyata dan unik, antara nilai-nilai Islam yang komprehensif dan integral dengan keunikan pribadinya sebagai individu; antara ruang aksi dan kreasi yang disediakan Islam dengan kemampuan pribadinya untuk beraksi dan berkreasi; dan antara idealisme Islam dengan realitas kemampuan pribadinya.”
WalloHua’lam bish-showab.
“Maka berpadulah ketulusan dengan keberanian. Maka bertautlah kebaikan dengan ketepatan. Maka menyatulah keluhuran dengan keterarahan. Maka bersamalah ketinggian cita dengan peta jalan yang terang benderang.”
Kamis, 31 Maret 2011
Cara Membuat Keyboard Menjadi "Arabic"
Berikut ini adalah beberapa tahapan yang digunakan untuk menambahkan layout keyboard dalam format huruf arab.
-langkah pertama : pilih system->administrative->Keyboard

-Langkah kedua : kemudian akan muncul tampilan seperti ini pilih Add..
-Langkah ketiga : setelah pilihan Add...maka akan tampil pilihan keyboard berdasarkan negara atau berdasarkan bahasa...
saya memilih mencari menggunakan bahasa (By Language)
-Langkah keempat : Kemudian cari bahasa "Arabic"
Setelah dipilih maka layout dari keyboard akan seperti di bawah ini kemudian klik "Apply"
-Langkah kelima : untuk menggunakan ke mode arabic pilih Arabic sebagai "default" keyboard layout seperti di bawah ini
berikut adalah gambar untuk layout keyboard ArabicLaboratorium penelitian
OS : Linux Ubuntu Lucid Lynx (10.04)
semoga bermanfaat....Go Green and Go Open Source! Read more!



