Minggu, 01 Agustus 2010

I’dad (Persiapan) dalam Menyambut Romadhon


“Da’wah yang merupakan minhah robbaniah (anugerah ketuhanan), ni’mah ‘azhimah (ni’mat yang agung) serta risalah ilahiyah (pesan ketuhanan) mendidik kita untuk terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri kita di mata AlloH SWT. Dan semoga Romadhon menjadi momentum yang tepat dalam rangka melejitkan seluruh potensi dan amalan kita dalam rangka terbentuknya generasi yang Robbani.”


Alhamdulillah, tanpa terasa perjalanan waktu telah mengantarkan kita semakin dekat dengan bulan Romadhon. Bulan di mana di dalamnya memiliki banyak keistimewaan yang tidak kita temui kecuali di bulan suci ini. Tentu hadirnya bulan romadhon tak ubahnya seperti kedatangan tamu mulia yang selalu kita tunggu kehadirannya. Maka, wajar jika dalam menyambut tamu yang agung nan mulia ini kita pun harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin agar kedatangan tamu istimewa ini tidak menjadi sia-sia.

Bahkan Rosululloh pun sudah melakukan serangkaian persiapan, dua bulan sebelum romadhon yaitu semenjak bulan Rojab. Bahkan di bulan Sya’ban pun Rosululloh semakin meningkatkan kuantitas maupun kualitas amalan ibadahnya agar ketika Romadhon tiba beliau sudah dalam kondisi puncak dan prima. Sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra berkata, “Saya tidak melihat Rosululloh saw menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Romadhon. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR. Muslim)


Menarik kalau kita cermati dan kita lakukan studi komparatif (perbandingan) antara Puasa di bulan Romadhon dengan rukun islam yang lainnya. Dalam al-qur’an kita dapat temukan di mana perintah dan ayat yang menjelaskan tentang syahadat, sholat, zakat maupun haji maka kita akan menemui bahwa perintah dan penjelasannya tersebar di alqur’an pada beberapa surat dan ayat. Akan tetapi, khusus untuk puasa di bulan Romadhon, Alloh “hanya” menjelaskannya dalam satu bagian yaitu di surat al-Baqoroh ayat 183-187. Ya, hanya 5 ayat saja yang menjelaskan tentang puasa romadhon.

Tentu ada hikmah tersendiri ketika Alloh menjadikan demikian adanya. Salah satu mungkin hikmah yang dapat kita petik bahwa dengan 5 ayat yang terkumpul dalam satu paket ini agar kiranya kita memiliki ihtimam (perhatian) yang lebih dalam menyambut dan merespon perintah puasa Romadhon ini. Setidaknya ada 5 hal yang perlu kita persiapkan dalam menyambut kedatangan bulan romadhon antara lain;

a. I’dad Nafsiy (persiapan mental/psikologis)

Romadhon yang merupakan muntholaq (titik tolak/starting point) dalam melejitkan amalan yaumiyah dan ibadah kita perlu diawali dengan motivasi mental yang optimal di awalnya. Karena itu dibutuhkan kebersihan niat (shohihun-niyah), kekuatan tekad (quwwatul ‘azam) dan semangat yang bergelora (hamasatul qowiyyah) dalam mempersiapkan mental atau psikologis kita untuk menyongsong hadirnya bulan suci romadhon. Oleh karena itu, inilah yang coba kita bangun dan kita pupuk karena dengan memiliki mental atau psikologis yang optimal maka kita dapat menghadirkan amal yang berkesinambungan (‘amal mutawashil) di bulan romadhon bahkan hingga 11 bulan berikutnya.

Ini pula yang menjadi kunci seseorang untuk istiqomah di jalan da’wah, karena dia memiliki kesucian niat yang dibarengi kekuatan tekad serta semangat yang bergelora sehingga ia mampu menjadi “rashidul harokah” (aset harokah) yang memiliki imtiyaz (keistimewan) berupa banyak amalannya (katsrotul ‘amal) dan luas kebermanfaatannya (waasiul manafi’)

b. I’dad Ruhiy (persiapan ruhiyah/spiritual)

Romadhon sebagai momentum melejitkan amalan ibadah kita pasti memerlukan pemanasan (“warming up”). Untuk itulah i’dad ruhiy diperlukan guna menjadikan pribadi kita tidak “shock” atau kaget karena peningkatan ibadah yang signifikan di bulan romadhon. Coba kita bayangkan tatkala siang hari kita harus berpuasa, di malam harinya kita isi dengan sholat tarawih dan witir, pada sepertiga malamnya kita bangun untuk melakukan qiyamul-lail, pada waktu mendekati fajar kita juga akan bangun untuk sahur, belum lagi pada jeda waktu yang kosong mesti kita isi dengan tilawah, wirid, dzikir, ataupun membaca buku tentu hal itu semua butuh pembiasaan. Dan disinilah urgensi i’dad ruhiy menjadi persiapan yang asasi (pokok) dan menjadi sarana pembiasaan bagi kita agar siap mengoptimalkan ibadah kita di bulan romadhon.

Alangkah sayangnya kalau momentum romadhon tidak kita manfaatkan untuk optimalisasi amalan ibadah yaumiyah kita, karena pada bulan romadhon inilah amalan kita dilipat gandakan oleh AlloH SWT. Bahkan dalam sabdanya, Rosululloh saw menjelaskan keutamaan bagi orang yang menghidupkan malam-malam bulan Romadhon dengan qiyamul lail mendapat ganjaran berupa dihapusnya dosa-dosa yang lalu.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang mendirikan (sholat malam) Romadhon dengan sepenuh iman dan kesungguhan (mengharapkan ridho dan pahala AlloH) maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (Muttafaqun ‘alayhi)

c. I’dad Tsaqofi/’ilmiy (persiapan tsaqofah/wawasan/ilmu)

Perlu kita pahami bahwa ada 2 kunci utama yang harus kita pahami dalam melaksanakan ibadah yaitu ihklasun-niyah (niat yang ikhlash) dan ittiba’ur-rosul (mengikuti apa yang Rosululloh contohkan). Dua hal inilah yang menjadi syarat diterimanya sebuah ibadah. Mengupayakan niat yang ikhlash ini merupakan bagian dari i’dad nafsiy (persiapan jiwa/mental) sedangkan mengikuti Rosululloh dalam hal tata cara ibadah masuk ke dalam i’dad tsaqofi/’ilmiy. Di sinilah urgensi persiapan ilmu dibutuhkan agar ibadah puasa dan ibadah-ibadah kita yang lainnya bisa diterima di sisi AlloH SWT.

Bagi kita para aktivis da’wah, tentu sudah memahami urgensi betapa pentingnya ilmu. Bahkan, Imam Bukhori pun membuat bab khusus dalam Shohih-nya dengan judul al-‘ilmu qobla al-qoul wal ‘amal (ilmu sebelum ucapan dan amal). Asy-Syahid Hasan alBanna pun menegaskan pentingnya keberadaan ilmu dengan menempatkan ilmu sebelum ‘amal dalam arkanul bai’ah al-asyaroh (10 rukun bai’at). Jadi dengan ilmu, kehidupan kita menjadi terarah dan sesuai dengan yang AlloH perintahkan dan Nabi contohkan.

d. I’dad Jasadi (persiapan fisik)

Tidak kita pungkiri, untuk melaksankan perintah AlloH baik itu dalam hal ibadah, muamalah, ataupun da’wah pasti membutuhkan kondisi fisik yang prima. Keniscayaan ini berlaku umum dan sudah menjadi sunnatulloh bahwa kita dapat merasakan ni’matnya beribadah dan berda’wah manakala kita memiliki kondisi fisik yang prima. Prima dalam artian tidak mutlak harus atletis dan berotot, yang utama adalah sehat dan mampu menjalankan kewajiban dalam beribadah. Romadhon yang siang harinya kita jalan dengan kondisi berpuasa, malam hari yang kita isi dengan sholat tarawih dan tilawah, sepertiga malam yang kita manfaatkan untuk bermuhasabah dan qiyamul-lail, serta belum lagi agenda-agenda struktural kejama’ahan (ifthor jama’i, kuliah dhuha, dauroh) dan agenda sosial kemasyarakatan yang harus kita ikuti tentu menguras energi dan tenaga kita.

Disinilah keutamaan bagi kita untuk mepersiapkan jasadiyah (fisik) kita sehingga begitu Romadhon tiba, kondisi kita dalam keadaan yang fit dan prima. Persipan fisik ini dapat dilakukan dengan menjalankan riyadhoh, menjaga pola makan dan pola istirahat, serta pengaturan waktu yang efektif dalam melaksanakan rutinitas dan kerja kita. Terlebih bagi para aktivis da’wah yang memiliki banyak amanah dan agenda harus mampu menjadikan kondisi fisik tetap prima, sehingga tak berlebihan jika Ustadz Hasan alBanna -dalam Risalah Ta’lim versi aslinya- menempatkan qowiyyul jism (fisik yang prima) diurutan pertama dalam muwashofat (karakteristik) yang harus dimiliki oleh kader da’wah.

Hal ini berkorelasi positif dengan apa yang disabdakan Nabi saw, dimana beliau bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

“Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai AlloH daripada mu’min yang lemah”. (HR Muslim, Ibnu Majah, Al Baihaqi, dll)

e. I’dad Maali (persiapan harta)

Persiapan harta atau materi juga tidak bisa kita abaikan dalam menyambut Romadhon. I’dad maali ini jangan disalah tafsirkan sebagai upaya untuk menghamburkan uang dalam mempersiapkan hidangan berbuka atau untuk mubadzir dalam menyambut ‘idul fitri, tapi persiapan harta/materi ini dimaksudkan dalam rangka berinfaq , bershodaqoh, atau memberi makan bagi orang yang berbuka puasa. Nabi saw bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَلاَ يُنْتَقَصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa yang memberi ifthor kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi orang yang berpuasa (tersebut)”. (HR Ahmad, Turmudzi, dan Ibnu Majah)

وأفضل الصدقة صدقة في رمضان

“Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Romadhon”. (HR Al Baihaqi, Al Khotib, dan At Turmudzi)

Apalagi jika harta/materi yang kita infaq-kan di jalan AlloH (dengan keikhlasan), tentu akan memberikan balasan berupa kebajikan yang jauh berlipat ganda, ditambah lagi dengan momentum romadhon yang istimewa, tentu tidak bisa kita bayangkan ganjaran yang AlloH berikan sebagai balasannya.

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٲلَهُمۡ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ۬ مِّاْئَةُ حَبَّةٍ۬‌ۗ وَٱللَّهُ يُضَـٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ‌ۗ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦١)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS Al Baqoroh: 261)

Keutamaan Puasa

a. Puasa mempunyai kedudukan yang istimewa di sisi AlloH SWT

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ وَلَخَلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ.

“Dari Abu Hurairoh banwasannya Rosululloh saw bersabda, berkata AlloH ‘Azza Wa Jalla bahwa puasa itu untuk Ku dan dan Aku yang langsung membalasnya, (bagi) yang meningglkan syahwat, makanan, dan minumannya karena Aku. Dan puasa itu perisai (tameng) dan bagi orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi AlloH daripada aroma kesturi”. (HR Muslim)

b. Orang yang berpuasa di bulan Romadhon mendapat ampunan

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Romadhon dengan sepenuh iman dan kesungguhan (mengharapkan ridho dan pahala AlloH) maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR Bukhori dan Muslim)

c. Orang yang berpuasa, doa’anya berpeluang besar untuk diijabah oleh AlloH SWT

ثلاثة لا ترد دعوتهم الإمام العادل والصائم حين يفطر ودعوة المظلوم

“Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR Tirmidzi)

d. Puasa dapat menjadi perisai dari hal-hal yang tercela dan tidak terpuji

Puasa yang kita jalani secara otomatis akan menjaga diri kita dari perbuatan yang tercela manakala kita benar-benar menjalankan puasa dengan sesungguhnya. Karena itulah puasa dikatakan sebagi perisai atau pelindung dari hal-hal yang berbau syahwat, syuubhat, dan mafsadat (segala yang dapat menimbulkan kerusakan)

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

“Puasa adalah perisai (yang melindungi pelakunya dari keburukan)” (HR Muslim)

Lebih dari itu puasa juga dapat membuat emosi menjadi lebih terkontrol dan terkendali serta dapat menjaga kita untuk lebih tenang dan tidak emosional. Sebagaimana yang disabdakan Rosululloh saw,

والصوم نصف الصبر

“Dan puasa itu adalah sebagian dari kesabaran”. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Keistimewaan Bulan Romadhon

Romadhon sebagai sayyidusy-syuhur (Penghulunya Bulan-Bulan) menegaskan betapa istimewanya keberadaan bulan Romadhon. Di antara keutamaan dan keistimewaan romadhon antara lain:

a. Pada bulan romadhon diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk (Huda) bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan yang menjadi petunjuk dan sebagai pembeda antara yang haq dan yang bathil

شَہۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدً۬ى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ‌ۚ

“Pada bulan Romadhon diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk serta pembeda (antara perkara yang haq dan yang bathil)” (QS. Al Baqoroh: 185)

b. Pada bulan ini terdapat lailatul qodar (malam yang penuh kemuliaan) dimana malam ini merupakan malam yang lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun 4 bulan). Pada malam ini pula al-Qur’an diturunkan sebagaimana yang difirmankan AlloH SWT,

إِنَّآ أَنزَلۡنَـٰهُ فِى لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ (١) وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ (٢) لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٌ۬ مِّنۡ أَلۡفِ شَہۡرٍ۬ (٣)

“(1).Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. (2).Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (3). Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qodr: 1-3)

Bahkan dalam sebuah riwayat, Nabi saw bersabda,

وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Dan barang siapa mendirikan sholat pada Lailatul Qodar karena iman dan penuh pengaharapan (akan ridho dan pahala AlloH) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR Bukhori dan Muslim)

c. Pada bulan ini pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para syaithon diikat, sebagai Nabi SAW bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّة وغلقت أبواب النار وصفدت الشياطين

“Dari Abu Hurairoh ra bahwa Rosululloh saw bersabda: Jika datang bulan Romadhonn, pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaithon-syaithon dibelenggu”. (HR Bukhori dan Muslim)

Dalam riwayat yang lain Nabi saw juga bersabda,

“Dari Abu Hurairoh ra diriwayatkan bahwa Rosululloh saw bersabda: Telah datang kepada kalian bulan Romadhon, bulan yang diberkahi. AlloH mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para syaithon diikat; juga terdapat pada bulan ini satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barang siapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)

d. Pada bulan ini banyak keutamaan sehingga dapat kita jadikan sebagai bulan pembinaan (syahrut-tarbiyah), bulan peningkatan ibadah (syahrul ibadah), bulan untuk bertaubat (syahrut-taubah), bulan untuk mengevaluasi diri (syahrul muhasabah) dan juga bulan perjuangan (syahrul jihad).

Demikianlah bagaimana persiapan-persiapan yang harus kita upayakan dalam menyambut Bulan Romadhon yang penuh kemuliaan dan kistimewaan seperti yang telah dijabarkan di atas. Semoga Romadhon yang secara lughowi (bahasa) memiliki arti “membakar” dan “mengasah” mampu memberikan implikasi yang luar biasa bagi pribadi kita.

Membakar dalam artian, romadhon mampu membakar motivasi dan semangat kita untuk lebih baik, membakar dosa-dosa yang kita lakukan sehingga terhindar dari api neraka yang membakar, membakar perilaku negatif dalam diri kita, serta membakar kalori, kolesterol, dan lemak dalam tubuh kita sehingga menjadikan tubuh kita tetap dalam kondisi prima. Di samping itu, dengan hadirnya Romadhon semoga dapat mengasah aqidah dan iman kita agar menjadi lebih tajam dan menghujam; mengasah jiwa dan hati kita menjadi lebih lembut; mengasah akhlaq dan perilaku kita agar menjadi lebih mulia dan berbudi; mengasah akal pikiran kita menjadi lebih luas, jernih, dan cerdas; serta mengasah fisik dan jasadiyah kita lebih sehat dan prima.

Amiin Ya Robbal ‘alamin.

Wallohu’alam bish-showab wa lilLaHil ‘izzah. (ZQ)

Bacan, Ahad, 1 Agustus 2010, 18:22 WITA

Read more!

Senin, 07 Juni 2010

Tarbiyatul Aulad (bag. 1)

BELAJAR DARI KELUARGA MUTAMMIMUL ULA
(Sumber: edisi khusus Majalah Tarbawi “Mozaik Cinta”)

Berikut ini adalah profil keluarga yang bisa dijadikan teladan dalam membangun generasi Islam yang kuat dengan pendidikan orang tua.

11 Amanah Allah
  1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Quran usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB

  2. Faris Jihady Hanifa, 20 tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, hafal Quran usia 10 tahun Predikat mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 30 Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba Olimpiade IPS tingkat SMA 2003

  3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al Azhar Kairo, hafal quran usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2006...


  4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, hafal 10 Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2004

  5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 MA husnul Khotimah, hafal 6 Juz, Pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2002, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2006

  6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IPA tingkat SD se Jaksel 2003, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum

  7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya

  8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 Juz

  9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, hafal 2 Juz

  10. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun, hafal 1 juz

  11. Hasna wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2006


Kebaikan kebaikan itu...
  • Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat

  • Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2 / 3 keberhasilan pendidikan itu ada di rumah

  • Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu

  • Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri. ayah idaman dalam Al Quran = lukman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya

  • Suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu.

  • Imam Syafi’i ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.

  • Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayahQordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal Al Quran usia 10 tahun

  • Ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannya

  1. Perhatian dari A - Z, potong kuku, bersihkan telinga, dll

  2. File-file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan, dll
  3. Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku. Ada 4000 buku di rumah

  • Visi yang ada di kepala kami adalah anak anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran

  1. Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren

  2. Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi

  3. Setiap hari diperdengarkan murottal

  4. Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati

  • Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga :

“Bu, Kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun. Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita “.
  • Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali :

  1. 7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja. Masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi
  2. 7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan. Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin

  3. 7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat

  • Pakar mengatakan 7 sd 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.

  • Hafal Qurannya Hasan Al Banna 10 tahun, Qordhowi 10 tahun, Imam Syafi’i 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun

  • Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 10 tahun belum sholat maka pukullah ia

  • Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul
  • Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al Quran bagi semua anak kami
  • Ba’da maghrib dan Ba’da subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur an."Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari.”

  • Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh

  • Di Komplek perumahan DPR RI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah

  • Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak

  • Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka

  • Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol

  • Memagari anak-anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar. “Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu.”

  • Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak-anak kami
  • Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan.


Read more!

HIKMAH BERSYUKUR DARI SEORANG PENGEMIS

Suatu ketika datang seorang pengemis meminta-minta di depan kostku. Sudah sekitar sepuluh menit pengemis itu berada di sana dan tidak juga beranjak pergi. Aku berharap ibu kosku keluar memberi pengemis itu, tapi tak kunjung keluar. Kutarik kerudung dan gamisku yang tergantung di belakang pintu kamar lalu ku pakai. Dengan cepat mengambil uang 1000 dari dompetku. Kubuka pintu kemudian kuberikan uang itu kepada pengemis itu.


“Terimakasih neng”, ucap pengemis itu.
“iya nek..”, jawabku
“semoga diberikan rezeki yang berlimpah… diberikan kesehatan… dan ilmu yang tinggi… bla..bla..bla…”
Suara ibu tua itu masih terdengar sampai aku kembali kekamarku.. Terharu aku mendengarnya, senang rasanya mendapat do’a itu, terpetik dalam hati ini untuk memberi nya lebih banyak lagi. Aku menyesal sekali kenapa hanya memberinya sedikit. Uang yang kuberikan tadi tak sebanding dengan do’a tulus pengemis itu.
Dari sinilah aku mulai belajar, dari pengemis itu lah aku senantiasa berintrospeksi diri untuk menjadi orang yang senantiasa bersyukur.
Cobalah renungkan, pengemis tadi ibarat seorang hamba yang berterimakasih setelah dberikan suatu karunia. Dan orang yang memberinya akan merasa senang dan juga akan memberina dengan pemberian yang lebih. Jika kau bersyukur atas karunia yang diberikanNya, baik itu baik atau buruk menurutmu, maka Allah akan menambah nikmatmu dengan nikmat-Nya yang lebih.
Sebaliknnya, jika pengemis tadi malah merendahkan pemberian mu, maka kau pasti akan kesal dan menyesal memberikan uang tadi, dan kau tidak akan memberikan lagi jika pengemis tadi minta-minta lagi.
Surah ibarahim ayat 7 : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, nisaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkarinya, maka pasti azab-Ku sangat berat””.

--diambil dari pengalaman sahabatku--

Read more!

Selasa, 25 Mei 2010

BUNGA BANK ITU HARAM

Banarkah bunga bank itu haram??

Landasan : QS. Al-Baqarah: 275-279, Surat Ali Imran : 130, Surat An Nisa’ : 161 serta beberapa Hadis Nabi Muhammad SAW.

Keharaman bunga bank itu sama dengan keharaman riba. Mengapa?

  1. Bunga bank itu diberikan atas kesepakatan antara bank dan nasabah pada awal pembukaan rekening. Hal ini sama dengan praktik riba yaitu adanya kesepakatan bahwa nasabah akan diberikan sekian persen tambahan tiap bulan.
  2. Adanya perjanjian yang mengikat, lebih banyak menguntungkan pemilik saham atau ada tirani antara pemilik modal dan pengguna modal serta imbalan jasa hanya dimiliki pemegang saham (pemilik modal).
  3. Hukum keharaman bunga bank itu tidak sekedar adanya timbal balik dari simpanan kita, tetapi juga dana yang kita simpan di bank yang juga digunakan untuk upaya riba.
  4. Riba secara sederhana berarti sistem bunga berbunga atau compound interest dalam semua prosesnya bisa mengakibatkan membengkaknya kewajiban salah satu pihak seperti efek bola salju pada cerita di awal artikel ini. Sangat menguntungkan saya tapi berakibat fatal untuk banknya. Riba, sangat berpotensi untuk mengakibatkan keuntungan besar disuatu pihak namun kerugian besar dipihak lain, atau malah ke dua-duanya.


SOLUSI

==> Menyimpan di Bank Syari'ah. Mengapa?

Berikut dipaparkan mengenai persamaan dan perbedaan Bank Syari'ah dan Bank Konvensional. Selanjutnya teman-teman bisa mengetahui mengapa dianjurkan untuk menyimpan uang di Bank Syari'ah.

Persamaan :
ada persamaan dalam hal sisi teknis penerimaan uang, persamaan dalam hal mekanisme transfer, teknologi komputer yang digunakan maupun dalam hal syarat-syarat umum untuk mendapat pembiayaan seperti KTP, NPWP, proposal, laporan keuangan dan sebagainya.

Perbedan :
  1. Bank syari'ah menggunakan sistem mudhorobah/bagi hasil, sedangkan bank konvensional menggunakan sistem binga. Sistem bagi hasil/mudharabah berbeda dengan sistem bunga bank.
  2. Tentang akad dan legalitas. Akad dan legalitas ini merupakan kunci utama yang membedakan antara bank syariah dan bank konvensional. “innamal a’malu bin niat”, sesungguhnya setiap amalan itu bergantung dari niatnya. Dan dalam hal ini bergantung dari aqadnya. Perbedaannya untuk aqad-aqad yang berlangsung pada bank syariah ini hanya aqad yang halal, seperti bagi hasil, jual beli atau sewa menyewa. Tidak ada unsur riba’ dalam bank syariah ini.
  3. Tentang struktur organisasi bank. Dalam bank syariah ada keharusan untuk memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam struktur organisasinya. DPS ini bertugas untuk mengawasi operasional bank dan produk-produknya agar sesuai dengan garis-garis syariah. DPS biasanya ditempatkan pada posisi setingkat dengan dewan komisaris. DPS ini ditetapkan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setiap tahunnya.
  4. Tentang usaha yang dibiayai. Ada aturan bahwa usaha-usaha yang dibiayai oleh bank syariah ini hanya lah usaha yang halal. Sedangkan untuk usaha yang haram, seperti usaha asusila, usaha yang merusak masyarakat atau sejenisnya itu tidak akan dibiayai oleh bank syariah.
  5. Tentang lingkungan kerja bank syariah. Coba sekali-sekali pergi ke bank syariah, pasti ketika kita memasuki kantor bank tersebut ada nuansa tersendiri. Nuansa yang diciptakan untuk lebih bernuansa islami. Mulai dari cara berpakaian, beretika dan bertingkahlaku dari para karyawannya. Yang pasti jika masuk ke kantor bank syariah insya Allah benar-benar sejuk nuansanya.

*) Jika memang terpaksa harus menyimpan uang di bank konvensional karena di wilayah yang belum ada bank syari'ah, maka diperbolehkan, dengan ketentuan ambil uang bersih kita dan jangan ambil bunganya untuk kebutuhan makan, minum, pakaian, rumah, dan ibadah. Gunakan untuk menambah fasilitas umum seperti membangun jalan, trotoar, dan sarana umum lain selain sarana ibadah. Karena salah satu syarat diterimanya ibadah apa yang kita berikan, yang kita pakai, dan yang kita makan berasal dari yang halal.
Read more!

Selasa, 04 Mei 2010

Test-in linux 10.04 LUCID LYNX


Pada hari jumat lalu saya install laptop dengan linux ubuntu versi 10.04...Lucid Lynx. Loh kenapa kuq ganti??? (dulu saya pakai 8.10 hehe). Harapan dari penulis adalah dengan perubahan ini semakin mendukung aktivitas yang saat ini dilaksanakan oleh penulis.
Lets begin the test!....ikkuse!...
-Boot-
Hal yang diunggulkan dari linux terbaru ini adalah booting dari ubuntu lucid adalah 10 second...alias 10 detik!...bener ga sih? Dicoba.....dan hasilnya...
Untuk booting dari cold booting membutuhkan waktu 17,6 second.
dan untuk waktu yang dibutuhkan Warm boot adalah 17,1 second hampir sama y....mungkin saya aj yang kurang sensitif nge-klik handphone untuk menghitung...hehe..
(cold booting yaitu komputer dinyalakan dari keadaan mati, sedang warm booting adalah kondisi komputer saat di restart)
-Social Networking-
hal yang sudah nge-trend saat ini adalah facebook....sampai2 orang2 yang tidak mengerti internet..paham facebook...dahsyat!...y di ubuntu lucid lynx sudah dibenamkan emphaty IM(internet messaging) client untuk chatting anda. Kelebihannya apa sih? dibanding yahoo messenger emphaty ini bisa login account lebih dari satu....misal anda punya lebih dari satu account yahoo maka anda bisa online bersamaan. Silahkan mencoba..^^..

-Ubuntu One-
fitur yang ditambahkan di linux 10.04 ini tergolong baru. Di ubuntu one....(blum tau tujuannya apa tapi ud daftar dan punya account sih.....nanti lain waktu saya bahas)
-themes-
tampilan yang lebih smooth...dengan beberapa themes yang bagus
-memory-
pada memory linux lucid yang sering dibahas adalah terdapat 'memory leak' padahal sebenarnya yang banyak terpakai adalah cached memory. Cached memory berguna untuk membuat program berjalan lebih smooth dan lebih cepat. Status penggunaan memory di linux adalah sebagai berikut user, shared, buffer, cached dan free.
berikut dengan 'free -m' maka tampil sebagai berikut
Mem: total= 869, used= 772, free= 96, shared= 0, buffers= 60,cached = 418
-/+ buffers/cache: used= 293,free= 576
Swap: total= 1427, used= 0,free= 1427
di atas dengan menjalankan totem 'lagu wind (naruto)' :P, kemudian writer, dua window nautilus, dan terminal.
Dan untuk yang ini membuka gimp dengan edit photo 4,2 mb dan membuka new dokumen inkscape
Mem: total= 869, used= 846, free= 23, shared= 0, buffers= 9,cached = 335
-/+ buffers/cache: used= 500,free= 368
Swap: total= 1427, used= 79,free= 1347 .
Oh iya hampir lupa satuan untuk angka2 di atas adalah MB jadi kalau 'mem: total =869' itu artinya RAM saya 869 MB . Jika anda ingin melihat dalam satuan yang lain tambahkan -b, -k, -m, -g berurut itu dari bytes, dan meningkat...sampai gigabytes
Jadi cached memory itu akan digunakan untuk aplikasi yang membutuhkannya.
-games-
beberapa games yang saya install adalah simutrans (membuat jalur jalan dan kereta...cool), eat the whistle (game bola dengan pemain super hero), freeciv( ini versi windowsnya namanya civilization), warzone(stratetig game seperti empire earth dan teman2nya hehe). Ada game yang menarik di sini yaitu gbrainy yaitu game puzzle asah otak yang cukup menarik...take that out!...hehe
-other tool-
untuk alat lain saya pakai acetone iso...dimana dia bisa mengakses tidak hanya ekstensi iso tetapi mdf (ekstensi alchohol) dan nrg (ekstensi nero).

Emm....mungkin cukup maklum baru coba2 sedikit....semoga membantu dan selamat mencoba UBUNTU LUCID LYNX

" Anyone can take away anything around you, but your motivation is your spirit - NO ONE CAN EVER TAKE THAT AWAY!"

selayar, 3 mei 2010.... x.ohard@gmail.com
-fin-
Read more!